Iklan

Senin, 10 Agustus 2015

Anda di Dipaksa Bikin KTKLN di Bandara ? Hubungi Nomor Ini

KTKLN masih menjadi momok bagi BMI yang hendak pulang cuti ke Tanah Air. Sebab, seringkali mereka dipersulit saat hendak kembali bekerja ke luar negeri. Tak banyak yang harus mengalami gagal terbang.
CAUSEWAY BAY | HONG KONG – Beberapa pekan terakhir, jagad media sosial, khususnya facebook, kembali dihebohkan oleh video yang mempertontonkan adanya petugas di bandara memaksa buruh migran Indonesia untuk membuat Kartu tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN). Video merupakan rekaman kejadian di Bandara Husein Sastranegara, Bandung.
Saat dikonfirmasi tentang hal itu, M. Syafri, Direktur Pelayanan dan Pengaduan Deputi Perlindungan Badan Nasional Penempatan dan Pelrindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), menegaskan bahwa yang dilakukan petugas tersebut tidak benar. “Kalau itu adalah petugas kami (BNP2TKI atau BP3TKI), pasti akan dikenakan sanksi tegas,” ujarnya di hadapan ribuan BMI Hong Kong yang menghadiri acara Dialog Publik yang digelar Koalisi Organisasi Tenaga Kerja Indonesia di Hong Kong (Kotkiho), di Victoria Park, Minggu (9/8).
Dia menjelaskan, saat ini konter-konter BNP2TKI di bandara sudah ditutup, diganti dengan Help Desk yang diadakan untuk membantu BMI yang pulang dari luar negeri karena bermasalah, sakit, atau overstayed. Para petugas di Help Desk BNP2TKI itu, tegas Syafri, bertugas membantu BMI yang baru pulang, bukan menyulitkan penerbangan BMI yang hendak berangkat ke luar negeri.
Pria penuh guyon ini juga menegaskan, mestinya tidak ada lagi cerita BMI dipersulit saat hendak terbang ke luar negeri, dengan cara mewajibkan mereka memiliki KTKLN. Kebijakan itu harusnya berlaku di semua bandara di Indonesia, sejak Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa KTKLN dihapus, meskipun penghapusan itu belum diwujudkan dalam Undang-Undang 39/2004 yang akan direvisi. Sehingga, tak ada lagi cerita BMI mengalami gagal terbang karena tidak memiliki KTKLN.
“Jika ada lagi yang mengalami hal itu, silakan menghubungi Call Centre Pelayanan dan Pengaduan BNP2TKI,” kata Syafri.
Call Centre itu dapat dihubungi 24 jam. Syafri pun mengumumkan nomor telepon yang bisa dihgubungi BMI.
Apakabar telah memverifikasi, nomor yang diberikan valid dan bisa dihubungi. Termasuk, nomor whatsapp Syafri. Nomor-nomor yang telah diverifikasi Apakabar Plus dapat dilihat di bawah artikel berita ini.
Ia bahkan tidak sungkan mengumumkan nomor telepon pribadinya kepada BMI Hong Kong. “Tapi Whatsapp saja ya,” pesannya.
BNP2TKI menempatkan 24 orang sehari untuk melayani pengaduan BMI. Selain itu, kata Syafri, BNP2TKI juga menempatkan dua orang petugas berpakaian preman di setiap bandara untuk memastikan tidak ada pihak-pihak dan oknum yang mempersulit dan memeras BMI. [apakabaronline.com]

Ini Nomor Telepon Call Centre Pelayanan dan Pengaduan BNP2TKI
+622129244800
Ini Nomor Whatsapp M. Syafri, Direktur Pelayanan dan Pengaduan BNP2TKI
+628115407608

0 komentar:

Posting Komentar

Tag Terpopuler