Tanjung,JURNALISLOMBOK.COM,-- Saat ini, terdapat 10 desa persiapan di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Jika dalam setahun desa persiapan dinyatakan mampu berkreasi, maka desa tersebut dapat dinyatakan sebagai desa definitif. Lalu bagaimana langkah-langkah kongkrit yang dilakukan oleh para Kedes Persiapan ini ?
Dari itu, setiap Kades yang ditunjuk itu memiliki berbagai langkah strategis guna merealisasikan harapan masyarakat. Banyak diantara mereka bekerja siang malam untuk pembenahan. Seperti yang dilakukan Kades Persiapan Santong Mulia Kecamatan Kayangan, Eko Sekiadim. Sejak dilantik (11/06) lalu, ia sudah melakukan berbagai upaya. Tujuannya satu, yakni agar Desa Persiapan Santong Mulia bisa menjadi Desa Definitif. Salah satu langkah yang dilakukannya yakni memberdayakan masyarakat setempat.
Langkah lainnya, ia mengaku melakukan sosialisasi diberbagai pertemuan, termasuk melalui safari jum’at. Langkah ini dianggapnya efektif untuk dilakukan, sehingga dengan begitu seluruh masyarakat bisa mengetahui keberadaan desa baru diwilayah mereka. Disamping itu, ia juga mendekati para Kepala Dusun dan para tokoh yang dianggap mampu memberikan solusi dalam membangun desa persiapan ini menuju desa definitif. Dari para tokoh dan Kepala Dusun inilah tercetus ide-ide untuk memberdayakan tenaga lokal yang professional untuk diangkat menjadi perangkat desa. Hal ini dilakukan, menurutnya, kreatifitas warga lokal tidak kalah dengan tenaga luar.
“Intinya, kita harus memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal, terutama para tenaga muda yang handal, ”bebernya.
“Intinya, kita harus memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal, terutama para tenaga muda yang handal, ”bebernya.
Kades yang juga merangkap Kasubag Humas Setda KLU ini mengakui, potensi desa selama ini terkesan diabaikan. Karena itu, dirinya yakin dapat melakukan terobosan dibantu oleh perangkat desa dari tenaga lokal yang professional itu. “Intinya kerjasama yang baik itu, jika antara atasan dan bawahan atau bawahan dan bawahan kompak, sehingga timbul keharmonisan dalam bekerja,”tandas Eko.
Sebagai referensi, persyaratan desa persiapan untuk menjadi desa definitif memiliki tiga tahapan. Yakni dilihat dari prakarsa desa, memiliki setidaknya 2.500 jiwa atau 500 KK, memiliki SDM dan sumber ekonomi desa.
Untuk mencapai desa definitif, desa persiapan harus serius melakukan kemandirian dari desa utama (induk). Jika dinilai layak, maka dalam setahun, desa persiapan itu sudah bisa menjadi desa definitif. “Namun jika dirasa belum layak, maka Pemerintah Daerah berkewajiban akan mengembalikan lagi desa persiapan itu ke desa induk,”terang Eko.
Pria berjenggot ini menambahkan, saat ini Desa Persiapan Santong Mulia terdiri dari enam dusun, dengan jumlah penduduk 2.670 jiwa dan 588 KK. Sedangkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Ekonomi Desa, di Desa Persiapan Santong Mulia ini cukup memiliki potensi. Sehingga Eko yakin Desa Santong Mulia akan menjadi desa definitif dalam masa dua tahun kedepan.(rico)












0 komentar:
Posting Komentar