Iklan

Kamis, 18 Juni 2015

Pemilu Serentak Untuk Hilangkan Sikap Apatis Masyarakat

TALENTA FM PRAYA LOMBOK TENGAH – Pemilihan Umum (Pemilu) serentak diharapkan menghapus sikap apatis masyarakat ketika akan memilih pemimpinya. Disamping itu, agar masyarakat tidak lagi jenuh karena merasa begitu seringnya diadakan pemilihan. Demikian disampaikan Ketua Komisi pemilihan Umum (KPU) Lombok Tengah, Ary Wahyudi,SH.MH pada sebuah kesempatan di Praya.

Kalau Pemilu tidak dilaksanakan secara serentak lanjut Ary Wahyudi, maka bisa dibayangkan isu Pemilu bahkan pemilu itu sendiri akan dilaksanakan setiap harinya.”Kalau kita hitung, jumlah hari dalam setahun itu sebanyak 365 hari. Kemudian jumlah kabupaten dan kota diindoensia lebih dari 400, jadi setiap hari kita akan memilih dan itupun tidak cukup dalam setahun,”katanya.

Kejenuhan itulah lanjut Ary Wahyudi, yang diduga kuat membuat masyarakat banyak yang bersikap apatis dan tidak peduli dengan pemilu. Itulah sebabnya pada pemilu berikutnya dirancang pemilu serentak dan dibuat menjadi beberapa gelombang pelaksanaan.”Gelombang pertama pada desember 2015 ini, gelombang kedua pada tahun 2017-2018 dan gelombang ketiga yakni pemilihan presiden, gubernur dan walikota serantak,”jelasnya.

Untuk Lombok Tengah sendiri lanjut Ary, sikap apatis yang berujung ke golput paling tinggi angkanya dibanding dengan 9 kabupaten dan kota di NTB. Pemilih yang menggunakan hak pilihnya tidak pernah mencapai angka 75 persen seperti yang ditargetkan oleh KPU pusat.”Dengan adanya pemilukada serantak dan hanya satu putaran ini, kami mengharpakan tidak ada lagi warga yang tidak menggunkan hak pilihnya,”harapanya. (ding)

0 komentar:

Posting Komentar

Tag Terpopuler