LOMBOK
TENGAH_JURNALISLOMBOK.COM - Hari ke 6
di bulan Ramadhan ini, membawa pesan dan kesan tersediri bagi setiap orang.
Apabila dilaksanakan dengan penuh amalan amalan dan
ilmu yang akan menambah wawasan.
Pagi itu sekitar
pukul 10:11 Wita, team
jurnalislombok.com mengunjungi sebuah Aspuri di pesantren yang dikenal dengan
sebutan Pesantren Para Penghafal Al-Qur’an dan Para Qori’, bagi mana tidak,
pesantren yang di Pimpin oleh Qori’
Internasional Asal Lombok TGH.Sabarudin
Abdurrahman ini, banyak mendidik para
santri menjadi seorang yang bisa Menghafal Al-Qur’an dan Qori’, tidak tanggung
tanggu, sudah ratusan bahkan ribuan para
Penghafal yang sudah di cetak di pesantren yang bernama NURUL QUR’AN.
Di aspuri Nurul Qur’an
yang di asuh oleh Ust. Ramdhan Ahmad,
atau yang akrap di sapa oleh para santri ABAH, terlihat ini begitu
sibuk, ada yang sedang tadarusan, ada yang sedang ikut belajar kitab, dan banyak seki,
Seperti salah satu dari
santri Nurul Qur’an yang sedang duduk di
berugak depan Aspuri Nurul Qur’an, Laelatussya’diah, santri kelahiran dusun
dasan lekong desa barejulat ini yang
baru duduk di bangku sekolah kelas satu
di SMP Islam nurul Qur’an, menceritakan, kalo setiap paginya banyak kegiatan
yang bisa saya dan teman teman ikuti. “disini banyak kegiatan yang kami
ikuti, mulai dari tadarusan, terus belajar Tilawah, belajar Kitab, disukusi,
pokonya banyak. “
Di Tanya mengenai bangun
sahur, laela menceritakan dengan wajah
yang malu malu “ kalo bangun sahur, kami bangun jam 3 pagi, di bangunkan
oleh Abah, dan setelah kami makan sahur kami semua shalat Tahajut, dan shalat
subuh berjama’ah di musalla, habis itu kami ikuti pengajian sampai jam 6 pagi,
setelah itu kami lanjutkan dengan pergi Diniyah di Madrasah sampai jam 10 pagi”
Kegiatan ini memnag Rutin
dilakukan oleh para santri Nurul Qur’an.
Seperti yang di sampaikan
oleh Ust. Ramdhan Ahmad, atau Abach ini “
memnag ini kegitan yang Rutin dilakukan, yang dimana para santri akan di
bimbing sehingga mereka benar benar bisa menjadi santri yang berguna bangi
Masyarakat Nusa dan bangsa” (zahid)













0 komentar:
Posting Komentar