Iklan

Senin, 02 Mei 2016

Sekarang Kota Mataram Punya Bus Seperti Trans Jakarta, Namanya Bus Trans Mataram Metro

Bus Trans Mataram Metro (2)SIAP DIOPERASIKAN: Bus Trans Mataram Metro saat diujicobakan belum lama ini. Rencananya, bulan ini bus ini sudah mulai beroperasi.
Mataram – Sebanyak 25 bus berwarna biru berukuran besar saat ini terparkir di Stasiun Damri mataram di Jalan TGH Faesal. Bus ini sudah datang sejak Februari lalu. Namun, rencananya akan dioperasikan sejak bulan ini. Ya inilah dia Bus Rapid Transit atau yang lebih dikenal dengan Bus Trans Mataram Metro.Minggu lalu, bus ini untuk pertama kali sudah mulai diujicobakan. Bus ini dicoba menjajal beberapa rute yang nantinya akan dilintasi saat sudah mulai beroperasi.“Kita tes jalur untuk melihat kebutuhan waktu yang dihabiskan melintasi rute koridor I yang telah ditentukan,” ungkap Agung Hartono, Kepala Dishubkominfo Provinsi NTB.Start dari Stasiun Damri Mataram, bus diisi oleh rombongan yang terdiri dari pihak Dishubkominfo Provinsi NTB, Dishubkominfo Kota Mataram dan Lombok Barat, Organda serta pihak Damri sebagai pengelola. Bus ini bergerak menuju Narmada.  Mengingat ujicoba yang akan dilakukan yakni dari titik ujung timur hingga titik ujung barat. Yakni dari Narmada bergerak ke Mataram menuju Senggigi.Untuk saat ini, pintu masuk ke dalam bus hanya bisa melalui pintu depan. Karena, untuk melewati pintu tengah atau pintu utama, terlalu tinggi. Harus melalui halte bus agar bisa naik melalui pintu tengah.Ketika baru masuk ke dalam bus, udara dingin langsung terasa. Maklum, bus angkutan ini dilengkapi fasilitas pendingin yang membuat penumpang akan merasa nyaman dan betah di dalam bus.Di dalam bus juga tersedia kursi tempat duduk yang cukup empuk. Ada 30 buah kursi yang bisa digunakan para penumpang. Namun, jika nantinya kursi ini penuh, penumpang bisa berdiri. Telah disediakan pegangan tempat duduk di bus sebanyak 50 buah. Dengan demikian, kapasitas penumpang yang bisa ditampung oleh bus inisebanyak 80 orang.Menariknya, di dalam bus ini juga sudah tersedia ruang yang bisa ditempati oleh pengguna kursi roda, wanita hamil serta ibu yang naik bus bersama bayi. Alunan musik yang keluar dari speaker busa membuat para penumpang akan merasa semakin nyaman dalam perjalanan. Hal ini yang membuat bus ini lebih tepatnya disebut sebagai bus pariwisata ketimbang bus penumpang.Perjalanan menuju Narmada saat ujicoba minggu lalu tidak menemui kendala. Bus ini bisa melaju di tengah jalan dengan cukup lancar. Tak ada kemacetan yang terjadi dalam perjalanan. Sehingga, dalam hitungan sekitar 20 menit saja, bus sudah tiba di sekitar Pasar Narmada.Bus kemudian masuk ke dalam lokasi taman. Di sekitar lokasi taman, bus kemudian berbelok di salah satu area parkir bawah Taman Narmada. “Ini akan menjadi lokasi titik terakhir yang dilalui bus. Di sini akan kita bangunkan halte. Namun, sementara itu kita akan gunakan bus stop terlebih dahulu,” jelas Agung.Dalam pantauan sepanjang perjalanan menuju Narmada, baik pihak Dishubkominfo maupun pihak Damri juga telah menentukan sejumlah titik bus stop atau lokasi dibangun halte. Di antaranya yakni di lokasi Lombok City Center (LCC). Nantinya, bus akan masuk ke dalam area parkir LCC sebagai salah satu tempat pemberhentian. Selain itu, titik lainnya juga ada di sekitar wilayah Terminal Mandalika dan persimpangan Sweta dekat area Polsek Cakranegara.“Ini masih rencana awal, nanti bisa saja berubah seiring kebutuhan dan hasil pantauan selama beberapa bulan awal beroperasi,” kata General Manager Stasiun Damri Mataram Suranto.Yang menarik, ketika penumpang akan segera tiba pemberhentian, maka di papan depan display akan muncul pemberitahuan. Kalau penumpang sebentar lagi sudah tiba pada tempat tujuannya sehingga ia bisa bersiap-siap. Selain papan display, penumpang juga akan diberitahu melalui speaker yang sudah dirancang otomatis.Dari Narmada, bus kemudain bergerak menuju Mataram. Ketika di perempata Sweta tepatnya di dekat Polsek Cakrangera, bus kemudian belok ke arah kiri menuju Jalan Brawijaya. Pertimbangannya, di Jalur Brawijaya nantinya akan keberadaan bus akan sangat dibutuhkan oleh warga yang tinggal di sekitar jalan ini. Kemudian, ketika tiba di perempatan perpotongan Jalan Brawijaya dan Srwijaya, bus belok kearah kanan menuju Jalan Panca Usaha.Dari sini, bus kemudian bergerak ke Jalan Catur Warga, Jalan Pendidikan hingga ke Ampenan. Di sepuataran jalan ini, kemungkinan besar akan membutuhkan banyak titik pemberhentian bus stop. Usai dari Ampenan baru bus menuju ke arah Senggigi.Di salah satu kawasan Ampenan tepatnya di Bintaro, di sana sudah terdapat halte bus yang sudah dibangun di sebarang kiri dan kanan jalan.“Saat ini baru ada dua yang sudah dibangun. Di sini dan di shelter SMAK Kesuma,” terang pihak Damri.Dari Ampenan menuju Senggigi, perjalanan cukup lancar tanpa kendala. Lokasi pemberhentian terakhir di Senggigi berada di dekat Art Market atau pasar seni Senggigi. Jalur kembali dari Senggigi ke Mataram pun melewati jalur yang sama. Namun, untuk jalur kembali bus melewati Jalan Langko dan Jalan Pejanggik. Salah satu titik bus stop nantinya akan ditempatkan di sekitar area SMPN 15 Mataram, SMPN 1 Mataram dan SMPN 2 Mataram.“Karena jalur ini biasa macet pas siswa pulang sekolah. Nanti kita angkut mereka semua menggunakan bus ini,” kata pihak Damri sambil bergurau.Di jalan pejanggik, tepat di depan SMPK Kesuma juga sudah dibangun halte bus. Sayangnya, sejak sore di lokasi ini sudah mulai dipadati oleh para pedagang kaki lima. Sehingga saat ujicoba kemarin, pihak Damri tidak bisa berhenti tepat di depan halte karena terhalang para pedagang. Oleh karenanya, pihak Dishubkominfo menghibau para pedagang agar dalam sebulan ke depan nantinya tidak lagi berjualan di arena ini.Dishubkominfo berharap satpol PP dan Pemerintah Kota Mataram bisa menertibkan pedagang yang berjualan di depan halte.Setelah dari halte di depan SMPK Kesuma, kemudian bus bergerak menuju Sweta untuk kembali ke stasiun Damri. “Total durasi waktu perjalanan yang kita butuhkan sekitar satu jam dari Narmada ke Senggigi. Namun, jika dihitung dengan waktu berhenti dan kemacetan, kemungkinan akan menghabiskan waktu 1,5 jam,” jelas Agung Hartono Kepala Dishubkominfo Provinsi NTB.Dengan kehadiran bus Trans Mataram Metro ini diharapkan bisa menjadi transportasi angkutan umum pilihan masyarakat. Selain bisa mengurangi kemacetan, diharapkan nantinya bus ini juga bisa menekan angka kecelakaan di jalan raya.“Rencananya tarifnya akan kita tarik Rp 5 ribu. Tapi bagaimana nanti teknisnya akan kita pikirkan,” kata Agung.Salah satu kelebihan bus ini juga yakni di setiap bus stop akan tertera jadwal kedatangan dan keberangkatan bus. Sehingga warga yang naik bus ini bisa mengetahui kapan bus akan tiba dan berangkat. Bus juag direncanakan akan datang bergantian selang waktu 15 menit. Dengan demikian, calon penumpang tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menggunakan transportasi umum ini. Mewah, murah, tepat waktu dan kenyaman akan menjadi daya tarik yang ditawarkan Bus Trans Mataram Metro. 

(HAMDANI WATHONI/r4)

sumber : http://www.lombokpost.net/ 

0 komentar:

Posting Komentar

Tag Terpopuler