Iklan

Kamis, 01 Oktober 2015

Satu lagi pekerja migran Indonesia (PMI) meninggal dunia saat bekerja di luar negeri

JURNALISLOMBOK.COM - Satu lagi pekerja migran Indonesia (PMI) meninggal dunia saat bekerja di luar negeri. Kali ini ajal menjemput Ervina, PMI yang bekerja di Makau.

Pemilik akun Facebook Ervina Fahreza Sampaleng ini meninggal dunia di rumah sakit San Teng pada hari Senin (21/9), jam 16:11. “Saat ini KJRI sedang menunggu dokumen kematian, termasuk hasil otopsi, serta melakuan identifikasi jenazah. Jenazah akan diberangkatkan ke Tanah Air segera setelah mendapatkan dokumen kematian tersebut dan proses administrasi di Coroner Court,” demikian bunyi dokumen rencana pemulangan jenazah Ervina yang diperoleh Apakabar Plus.

Menurut staf Fungsi Tenaga Kerja KJRI Hong Kong Agustaf Ilias, pemulangan jenazah ibu dua anak asal Manado, Sulawesi Utara ini masih menunggu izin mengeluarkan jenazah (export permit) dari otoritas Makau. “Penyakitnya kan TBC (tuberkolosis), menular. Kami menunggu clearance (keputusan) dari Coroner Court, diizinkan atau tidak,” ujarnya, saat ditemui di ruang kerjanya di Indonesia Building, Causeway Bay, Selasa (29/9).

“Seandainya dipastikan bisa keluar, diizinkan oleh Pemerintah Makau, baru kami mengurus proses pemulangannya,” kata Agustaf.

Berdasarkan dokumen yang ada, Ervina merupakan pemegang paspor bernomor AT013705. Perempuan kelahiran Manado, 22 Agustus 1975 ini bekerja sebagai pekerja rumah tangga di Makau untuk majikan bernama Lou, Sio Wai.

Sebagai tanda keabsahannya bekerja di negara bekas jajahan Portugis itu, Ervina memiliki Bluecard Makau bernomor 22074892. Masa berlaku Bluecard tersebut 7 Maret 2015 hingga 6 Maret 2017.

Ervina merupakan PMI yang berasal dari Desa Tikala Baru, Lingkungan 5 Lorong Johar, Kelurahan Tikala Baru, Kecamatan Tikala Lorong Johar, Manado, Sulawesi Utara.

Duka bukan hanya dirasakan oleh keluarga yang ditinggalkan Ervina. Duka juga dirasakan oleh komunitas pekerja migran Indonesia (PMI) di Makau. Sebagai ungkapan belasungkawa kepada keluarga, PMI Makau mengumpulkan sumbangan untuk keluarga.


“Ada dana Rp10 juta buat anaknya dari kawan-kawan PMI di Makau,” kata Widia Cahyani

0 komentar:

Posting Komentar

Tag Terpopuler