JURNALISLOMBOK.COM - Satu lagi pekerja migran Indonesia (PMI) meninggal dunia
saat bekerja di luar negeri. Kali ini ajal menjemput Ervina, PMI yang bekerja
di Makau.
Pemilik akun Facebook Ervina Fahreza Sampaleng ini meninggal
dunia di rumah sakit San Teng pada hari Senin (21/9), jam 16:11. “Saat ini KJRI
sedang menunggu dokumen kematian, termasuk hasil otopsi, serta melakuan
identifikasi jenazah. Jenazah akan diberangkatkan ke Tanah Air segera setelah
mendapatkan dokumen kematian tersebut dan proses administrasi di Coroner
Court,” demikian bunyi dokumen rencana pemulangan jenazah Ervina yang diperoleh
Apakabar Plus.
Menurut staf Fungsi Tenaga Kerja KJRI Hong Kong Agustaf
Ilias, pemulangan jenazah ibu dua anak asal Manado, Sulawesi Utara ini masih
menunggu izin mengeluarkan jenazah (export permit) dari otoritas Makau.
“Penyakitnya kan TBC (tuberkolosis), menular. Kami menunggu clearance
(keputusan) dari Coroner Court, diizinkan atau tidak,” ujarnya, saat ditemui di
ruang kerjanya di Indonesia Building, Causeway Bay, Selasa (29/9).
“Seandainya dipastikan bisa keluar, diizinkan oleh
Pemerintah Makau, baru kami mengurus proses pemulangannya,” kata Agustaf.
Berdasarkan dokumen yang ada, Ervina merupakan pemegang
paspor bernomor AT013705. Perempuan kelahiran Manado, 22 Agustus 1975 ini
bekerja sebagai pekerja rumah tangga di Makau untuk majikan bernama Lou, Sio
Wai.
Sebagai tanda keabsahannya bekerja di negara bekas jajahan
Portugis itu, Ervina memiliki Bluecard Makau bernomor 22074892. Masa berlaku
Bluecard tersebut 7 Maret 2015 hingga 6 Maret 2017.
Ervina merupakan PMI yang berasal dari Desa Tikala Baru,
Lingkungan 5 Lorong Johar, Kelurahan Tikala Baru, Kecamatan Tikala Lorong
Johar, Manado, Sulawesi Utara.
Duka bukan hanya dirasakan oleh keluarga yang ditinggalkan
Ervina. Duka juga dirasakan oleh komunitas pekerja migran Indonesia (PMI) di
Makau. Sebagai ungkapan belasungkawa kepada keluarga, PMI Makau mengumpulkan
sumbangan untuk keluarga.
“Ada dana Rp10 juta buat anaknya dari kawan-kawan PMI di
Makau,” kata Widia Cahyani













0 komentar:
Posting Komentar