Sebaiknya BMI Hong Kong lebih berhati-hati mempercayakan uang yang diperolehnya dengan susah payah kepada orang lain, agar tidak menjadi korban penipuan yang semakin hari semakin marak. Terutama, dalam menerima tawaran bisnis. Termasuk, jika tawaran itu dari teman dekat. Apalagi, dari orang yang belum lama dikenal.
HONG KONG –JURNALISLOMBOK.COM- Setahun lalu, Widayati bergabung menjadi nasabah Mavrodi Mondial Moneybox (MMM). Sejak itu, dia mengaku uangnya amblas sebesar Rp50 juta dan HK$6,000.
Kepada Apakabar Plus, pada 20 Juni lalu, Widayati bercerita tentang awal mula dia bergabung MMM. “Pada bulan Juni 2014, saya naik bus dari Tuen Mun ke Causeway Bay, ketemu dengan mbak Dewi. Dia ngenalin MMM,” ujarnya.
“Setelah dipikir-pikir, awal Juli saya ikut gabung dan dikenalin ke managernya. Namanya Sri Rahayu, tapi ngakunya Helen,” kata Widayati.
Saat bergabung, Helen memintanya membayar tunai sekitar HK$700 (Rp1 juta), ditambah uang ongkos transfer HK$30. Ia dijanjikan, dalam sebulan uang tersebut akan “beranak” menjadi Rp1,4 juta.
Selanjutnya, pemilik akun facebook Chicha Mo Uthk ini terus mengisi akun MMM miliknya, dengan cara mentransfer uang ke rekening suami dan adik kandung Helen. Kadang Rp6 juta sekali kirim dan pernah juga mencapai Rp19 juta. Total, Rp50 juta dan HK$6,000.
“Dari awal saya tidak pernah pegang akun MMM saya. Semua yang pegang manager. Saya cuma tahunya transfer uang ke rekening suami manager saya,” kata Widayati.
Dia pernah mempertanyakan uangnya itu ke Helen. “Dia (Helen) jawab, uangnya masih beku. Padahal sudah 1 tahun,” ujarnya.
“Lalu saya melapor ke ibu Tania (Sim) Christian Action,” kata Widayati.
Dia berharap uangnya yang puluhan juta dan ribuan dolar itu bisa kembali dan orang yang terlibat menipunya dipidanakan. “Saya sudah memiliki bukti rekaman, dan kuitansi transfer uang ada di tangan saya,” tegasnya.
Pada 5 Juli, Widayati mencoba menjebak Helen. Dia meminta bertemu di Causeway Bay, dengan dalih ingin bergabung dalam bisnis asuransi yang sedang gencar ditawarkan Helen ke sesama buruh migran Inodnesia di Hong Kong.
“Saya pura-pura mau ikut asuransi 3i CAR. Kalau gak begitu, dia tidak mau saya temui,” kata Widayati.
Setelah bertemu, Widayati menelepon polisi lewat hotline 999. Mereka pun sempat diinterview polisi soal dugaan penipuan tersebut dan mencatat kartu HKID.
“Sebenarnya yang kena tipu banyak sekali tapi mereka tidak ada keberanian buat melapor. Kemungkinan, Christian Action akan mencarikan saya pengacara untuk menuntut Helen,” ujarnya.
Saat ditanyai polisi, Helen mengaku menerima uang dari Widayati. Namun saat dikonfirmasi Apakabar Pluspada Selasa (3/8), Widayati mengaku bahwa Helen kini sudah tidak mau memulangkan uangnya.
“Dia gak mau balikin. Dia malah nantang. Dia tahu saya sudah lapor ke kantor Kepolisian Wan Chai,” kata Widayati.
Laporan itu mendapatkan respons dari polisi. “Tanggal 30 Juli, hari Kamis, saya dapat telepon dari kantor polisi Wan Chai, kalau surat saya sudah sampai dan mereka akan segera mengirimkan identitas asli Helen ke Christian Action,” ujarnya.
Apakabar Plus berusaha mengonfirmasi hal ini kepada Helen mellaui Whatsapp di nomor telepon 94465312. Hingga berita ini ditulis, tak ada jawaban diterima. Padahal, dia telah membaca pesan Whatsapp yang terkirim. Alih-alih menjawab konfirmasi, Helen malah menurunkan foto profil Whatsapp yang sempat dipasngnya. [apakabaronline.com]












0 komentar:
Posting Komentar