Iklan

Sabtu, 04 Juli 2015

Jenazah Suhanti Hadirkan Kontroversi

JURNALISLOMBOK.COM – Sekira pukul 21:00 WIB, iring iringan 2 mobil jenazah plus beberapa mobil pengantar terlihat melaju meninggalkan terminal 2 bandara Juanda Surabaya. Didalam kedua mobil jenazah tersebut masing masing membawa jenazah almarhumah Suhanti dan Hermin Zuningsih.
Rombongan keduanya berjalan beriringan hingga saat memasuki wilayah Kediri mereka berpisah. Mobil jenazah pembawa almarhumah Hermin berbelok ke kiri menuju arah Blitar, sedangkan mobil jenazah pembawa almarhumah Suhanti bergerak lurus menuju arah Trenggalek.
Tepat pukul 01:00 dini hari (20/06) jenazah Hermin sampai di tanah kelahirannya desa Plumpungrejo Kademangan Blitar. Menyusul setengah jam kemudian, jenazah Suhanti tiba di Desa Karanggandu Watulimo Trenggalek.
Isak tangis kerabat dan keluarga mengiringi kedatangan kedua jenazah tersebut. Berbagai kalimat ratapan histeris terdengar semakin keras begitu peti jemazah diusung keluar ambulan menuju ruangan yang telah dipersiapkan.
Hal yang mengejutkan terjadi di kampung halaman almarhumah Suhanti. Terjadi konfrontasi pendapat saat warga dan kerabat melihat secara langsung kondisi jenazah Suhanti.
Tanpa diketahui pihak keluarga dan masyarakat desa Karang Gandu, ternyata Suhanti telah berpindah agama. Ada keluarga yang tidak mau menerima kenyataan ini, memaksakan pendapat bahwa jenazah Suhanti harus dimandikan, kemudian dikafani dan disholatkan. Namun banyak juga yang berpendirian jenazah Suhanti tidak boleh disholatkan.
Perdebatan bukan berhenti pada hal itu saja. Berkaitan dengan pemakaman, beberapa pihak menyatakan tidak boleh mencampurkan makam muslim dengan non-Muslim. Tentu hal demikian mempersulit keadaan, ratapan duka semakin pilu terdengar.
“Lha dia (almarhumah Suhanti) pindah agama tidak pernah memberitahu keluarga dan masyarakat lho mas. Memang sih itu hak dia, tapi kalau tidak diberitahukan dengan terbuka, kan repot juga akhirnya kalau ada kejadian seperti ini” terang salah seorang kerabat yang tidak bersedia disebut jati dirinya.
“Dengan suaminya yang orang sini, dia itu belum bercerai. Tapi beberapa waktu yang lalu pernah tiba tiba pulang dengan membawa seorang laki laki asal Semarang yang dikenalkan sebagai suaminya. Nah, usai menikah dengan orang Semarang tetsebutlah Suhanti kemudian pindah agama.” imbuhnya.
Jenazah kedua BMI tersebut rencananya akan dimakamkan hari ini sekira jam 10 pagi.
Menurut pantauan koresponden apakabar+, di Plumpungrejo, Blitar, liang lahat  telah disiapkan untuk pemakaman Hermin. Sedangkan di Karanggandu, hingga berita ini dibuat, prosesi pemakaman masih menunggu kesepakatan. (apakabaronline.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Tag Terpopuler